Penalaran Deduktif

Posted: Februari 16, 2011 in Belajar, Tugas Kuliah

Setelah pada postingan sebelumnya membahas mengenai penalan induktif, maka pada postingan kali ini yang dibahas adalah penalaran deduktif.

Penalaran yang bertolak dari sebuah konklusi/kesimpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan.

Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis.

Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis.

Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.

Jenis penalaran deduksi yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu

1. Silogisme Kategorial

Silogisme Kategorial  adalah Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

Premis umum : Premis Mayor (My)

Premis khusus : Premis Minor (Mn)

Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai berikut:

1)      Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.

2)      Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.

3)      Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.

4)      Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.

5)      Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.

6)      Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.

7)      Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.

8)      Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.

Contoh silogisme Kategorial:

My         : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA

Mn         : Ayu adalah mahasiswa

K             : Ayu lulusan SLTA

2.    Silogisme Hipotesis

Silogisme Hipotesis adalah Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.

Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh :

My         : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.

Mn         : Air tidak ada.

K             : Jadi, Manusia  akan kehausan.

3.     Silogisme Alternatif

Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.

Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh

My         : Pato berada di Milan atau London.

Mn         : Pato berada di Milan.

K             : Jadi, Pato tidak berada di London.

4. Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh entimen:

1)        Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.

2)        Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

Sumber :

http://sepitri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14524/slide+penalaran.ppt

Komentar
  1. Randi Pratama mengatakan:

    oh gitu ki, hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s