Belajar Overclocking Bagian 4

Posted: Januari 25, 2011 in Belajar

Mainboard

-CHIPSET adalah point utama yang pertama harus anda amati dari mainboard anda. Cobalah amati jenis chipset tersebut dan kenali karakteristik, fungsi, dan dukungannya. Chipset adalah chip controller utama pada mainboard yang mengatur jalur data semua komponen yang ada, chipset biasanya terdiri dari dua, yaitu south bridge (bagian selatan/bawah), dan north bridge (bagian utara/atas/tengah dekat CPU). South bridge biasanya mengatur I/O, PCI, HDD, FDD, Sound, Lan, dan komponen pendukung lainnya. Sedang North bridge biasa digunakan untuk pengatur alur data komponen utama seperti CPU, memory, dan Display slot (AGP/PCI-E). Namun ada pula chipset yag bekerja sendiri / chipset tunggal yang sekaligus mengatur semuanya. Semua pheriperal yang dapat terpasang dan kemampuan upgrade dari mainboard sangat ditentukan oleh chipset yang dipakai. Chipset juga sangat menentukan kemampuan upgrade dan dukungan hardware yang mampu ditangani oleh komputer anda.

-KOMPONEN yang berkualitas sangat berpengaruh pada kestabilan, performa dan kualitas mainboard. Sebetulnya untuk membedakan kualitas komponen yang dipakai, sangat mudah dideteksi dan sangat kasat mata. Tanpa perlu memperhatikan mereknya pun, kita dapat membedakan dengan jelas kualitas komponen yang dipakai hanya dengan melihat tampilan fisiknya saja. Lalu bagian apasajakah yang perlu kita perhatikan ?

1. PCB, Mainboard yang memiliki ketahanan dan kualitas tinggi sangat dapat dilihat dari kualitas PCBnya, mainboard high-end biasa menggunakan PCB 8 layer. Selain jumlah layer, untuk mencermati perbedaannya dapat dilihat dari ketajaman jalur dan kegetasan saat PCB kita coba sedikit bengkokkan. Untuk beberapa mainboard kualitas tinggi pada PCB terdapat lapisan pendingin untuk membuang panas.

2. Kapasitor, perbedaan kualitas mainboard dapat dengan mudah dilihat dari kerapatan, jumlah, ukuran dan yang paling penting adalah jenis kapasitor yang digunakan. Mainboard yang mampu menjaga kestabilan dalam kompresi tinggi untuk beberapa bagian biasa menggunakan kapasitor low-esr (kapasitor perak), untuk kapasitor kualitas tinggi dibawah low-esr adalah kapasitor-kapasitor 1st grade buatan Jepang, contohnya seperti ‘Rubycon’ dan ‘Nichicon’ dengan bentuk yang mudah kita kenali yaitu belahan atas kapasitor berbentuk huruf ‘K’ untuk ‘Rubycon’ dan huruf ‘Y’ untuk ‘Nichicon’. Ada juga kapasitor Jepang 2nd grade yang berkualitas cukup baik dengan beberapa ciri lainnya, sedangkan kapasitor China dikenal jauh lebih murah dengan kualitas yang kurang baik. Untuk saat ini hampir semua merek mainboard kelas atas menggunakan kapasitor Jepang, namun anda tetap harus teliti, karena ada pula beberapa yang menggunakan kapasitor 2nd grade dan 3rd grade. Semakin banyak jenis kapasitor kelas atas, biasanya board tersebut mampu menawarkan kestabilan dan daya tahan yang semakin tinggi.

3. Regulator, Kondensator, Mofset, dan komponen-komponen lain juga bisa kita amati secara fisik. Dengan demikian akan mudah diketahui mainboard yang lebih stabil biasanya memakai komponen yang lebih tinggi kelasnya.
4.Pendinginan dan pengaturan aliran udara, serta layout mainboard juga dapat dengan mudah dilihat. Dari kesemuanya itu mencerminkan kelas dan kualitas mainboard yang bersangkutan. Khusus untuk pendinginan, faktor ini memang cukup penting untuk diperhatikan, namun ini adalah faktor eksternal dalam arti diluar lingkup “kualitas” mainboard itu sendiri. Sehingga ini adalah faktor yang paling mudah untuk kita modifikasi, dengan penambahan pendingin secara individu.

Dengan demikian, sebetulnya hanya dengan melihat dan membandingkannya secara fisik saja kita cukup bisa mengenali kualitasnya, meskipun belum secara total kinerjanya. Minimal dari sisi kestabilan dan kekuatan mainboard dapat kita lihat secara pintas dari pengamatan fisik ini. Sehingga apapun mereknya, bila mainboard tersebut memiliki kualifikasi seperti yang tersebut diatas, produk tersebut biasanya handal dan pantas untuk anda jadikan pertimbangan pilihan.

-BIOS adalah pengontrol utama seluruh sistem, fungsi dan pheriperal yang ada. Kinerja dan kestabilan sistem dapat berpengaruh dari BIOS. Bahkan mainboard dengan kualitas komponen biasa-biasa saja, apabila didukung dengan BIOS yang handal, akan mampu berjalan lebih optimal dari mainboard high-end sekalipun. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk mempelajari secara khusus tentang BIOS, dan mengenali fungsi-fungsi yang ada di BIOS. Untuk mencermati kemampuan pengaturan pada BIOS, ha-hal yang harus diperhatikan adalah : fungsi pengatur FSB, multiplier, timing memory, divider/pembagi, penguncian AGP/PCI, system monitoring, dan terutama perhatikan secara seksama rentang voltase yang sanggup ditawarkan (Vcore, Vdimm, Vchipset, dll). Karena sesungguhnya, BIOS adalah senjata utama bagi kita untuk melakukan optimasi dan Overclocking.

-ONBOARD bisa dipandang positif dan negatif, namun jangan terlalu “anti” dengan onboard. Onboard artinya komponen tambahan yang langsung terintegrasi dalam mainboard (sound, LAN, VGA, dll). Onboard bukanlah masalah besar, dan belum tentu berkualitas buruk, dapat menjadi solusi ekonomis dan praktis, namun jangan pernah melupakan untuk memperhatikan slot ekspansi untuk peluang upgrade.

-FUNGSI tambahan baik berupa komponen chip tambahan, ataupun fungsi di luar BIOS (ini, itu, ini, itu, tidak perlu saya tulis di sini) baik itu fungsi penyetabil fungsi pengaturan kipas, fungsi overclocking tambahan dari windows (OC on the fly), maupun fungsi lain. Sebetulnya semua fungsi ini hanyalah kosmetika belaka, dan belum tentu akan anda gunakan. Bukan berarti fungsi-fungsi tersebut tidak ada gunanya, namun sebaiknya jangan menjadi prioritas utama, anggap saja sebagai tambahan, dan sesuaikan saja dengan kebutuhan anda karena yang terpenting untuk pengaturan segalanya adalah fungsi di BIOS. Untuk fungsi SLI dan Crossfire, sebaiknya untuk saat ini lupakan saja fasilitas tersebut karena kemungkinan sangat kecil anda akan menggunakannya, bukan berarti harus anda hindari, cukup abaikan saja. Kecuali anda memang langsung akan memasang sistem SLI-Crossfire, atau untuk kepentingan lain.

Power Suply

-DAYA dari Power Supply sebagai “Jantung” dari sistem kita harus dipastikan mampu memenuhi semua komponen yang terintegrasi di dalamnya. Coba temukan kapasitas daya optimal yang diperlukan untuk sistem anda, dan power supply apa yang sebaiknya digunakan untuk kebutuhan anda. Lalu bagaimana memperkirakan daya optimal yang diperlukan? Berikut adalah gambaran tentang daya murni PSU yang digunakan untuk keperluan sistem anda. Sebelumnya sebagai gambaran, PSU standard / low-end memiliki daya murni 50-70% dari daya yang tercantum pada label, sehingga anda bisa mengira-ira PSU yang sebaiknya anda gunakan sesuai kebutuhan sistem anda.
» Sistem standard dan low-end membutuhkan daya murni 180W-240W.
» Sistem Mainstream Pentium 4 / Athlon dengan kapasitas HDD besar, gaphic card kelas menengah, dan tambahan 2 optical drive membutuhkan = 300W-400W.
» Sistem High-end dengan beberapa drive namun hanya satu keping display card memerlukan daya murni 430W – 500W.
» Sistem High-end dengan Raid atau SLI/ Crossfire memerlukan daya 550W-750W.
» Sistem extreme dual GPU SLI/CF, dual core, dan RAID memerlukan daya diatas 800W.
Kapasitas daya tergantung dari komputer. Perkirakan kebutuhan daya dan PSU yang ada.

-FLUKTUASI. Sebetulnya ada yang lebih penting dari sekedar daya yang diperlukan, yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan overclocking, keawetan, dan kestabilan sistem, yaitu faktor fluktuasi daya dan voltase / tegangan saat sistem mendapatkan beban yang berat. Namun untuk mengatasi faktor ini anda terpaksa harus menyisihkan ekstra dana dengan membeli PSU berkelas. Selain fluktuasi yang bisa lebih dijaga, daya dan tegangan yang dihasilkan juga akan jauh lebih murni. Secara sederhana fluktuasi ini bisa di lihat di sistem monitor pada BIOS / program tertentu, atau untuk lebih tepatnya gunakan multitester untuk mengukurnya. Bila kondisi memungkinkan silahkan modifikasi power supply anda. Untuk lebih jelasnya bisa di baca pada bagian ‘modding PSU’. Sebagai sedikit panduan, PSU yang baik adalah PSU yang memiliki kesetabilan daya dan tegangan, dengan “apapun” yang terjadi pada sistem. Jadi semakin sedikit fluktuasi semakin baik pula PSU tersebut.

Display Card

Display Card merupakan modul miniatur dari sistem yang semi independent, karena didalamnya terintegrasi processor, memory, BIOS, dan sebagainya. Sehingga display card memiliki kompleksitas yang tinggi. Namun untuk memudahkan anda menyeleksi menganalisa display card silahkan cermati bagian-bagian berikut :

-GPU, hampir sama dengan processor, amati type chipset yang digunakan, jangan terjebak pada “penamaan” seri dan merek, karena dengan mengenali jenis dan type chipset, kita akan lebih mudah mengetahui kemampuan sesungguhnya.

-BIT, jumlah bit (64 bit, 128 bit, 256 bit) adalah lebar data bandwidth dalam RAM yang ditanamkan pada suatu VGA card. Semakin besar jumlah bit memungkinkan RAM menerima asupan data yang lebih banyak ketimbang jumlah bit yang lebih sedikit. Perbedaan mencolok dapat dilihat pada kecepatan loading suatu scene game masa kini yang menggunakan polygon yang banyak dan tekstur berukuran besar.

-TEKNOLOGI, setiap produsen chipset VGA card mempunyai arsitektur teknologi yang berbeda dengan kompetitornya, misalnya Nvidia dengan SLI-nya atau ATi dengan Crossfire-nya. Pelajarilah keunggulan arsitektur VGA card yang diusung oleh para produsen VGA card tersebut.

-MEMORY (RAM) VGA card berpengaruh pada saat loading suatu data 3D (polygon, tekstur, dll) dan sebagai tempat penampungan sementara ketika GPU memproses data tersebut. Semakin cepat dan besar jumlah RAM, semakin besar pula daya tampungnya, sehingga proses kalkulasi data 3D dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa harus menunggu ketersediaan data di-load oleh RAM terlalu lama (efek bottleneck). Coba perhatikan code seri pada memory VGA anda, dan temukan berapa nano kecepatannya (semakin kecil semakin tinggi potensinya. Timing memory pada VGA juga sangat berpengaruh pada kinerja, namun pengaturannya membutuhkan editor BIOS dari type VGA tersebut. Ingat saat ini teknologi memory untuk VGA jauh melesat lebih dari teknologi memory sistem.

-FISIK, Kualitas display card juga dapat diidentifikasi dari bentuk fisiknya dengan cara sama dengan mengidentifikasi kualitas mainboard seperti dijelaskan sebelumnya.

Sumber :

http://www.infospesial.com/article/computer/tutorial-overclocking.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s