Belajar Overclocking Bagian 3

Posted: Januari 25, 2011 in Belajar

Lebih lanjut tentang overclocking

Setelah kita melihat contoh tadi, mungkin sekarang Anda bertanya-tanya apakah yang sebenarnya kita lakukan tadi? Yang kita lakukan tadi adalah memperbesar aliran data antara prosesor – chipset – memori pada sistem Intel atau prosesor –memori pada AMD dan memperpendek waktu akses memori terhadap data yang sedang di olah, sehingga aliran data yang ditransfer lebih cepat. Mengapa hal seperti itu bisa dikatakan overclocking, sedangkan tidak ada kenaikan clock prosesor?

Seperti yang telah kami kemukakan sebelumnya, bahwa overclocking itu pada dasarnya adalah membuat sistem yang kita gunakan saat ini berjalan lebih cepat dan stabil dari sebelumnya. Dan teknik yang baru dijelaskan adalah teknik yang paling mudah untuk dilakukan tanpa adanya resiko yang sampai merusak hardware Anda yang tentunya bisa merugikan. Perlu diperhatikan pula sewaktu meng-overclock tetap harus hati-hati.

Overclocking saat ini sebenarnya sudah mulai didukung oleh hampir semua produsen-produsen peri[heral komputer, yang dipelopori oleh salah satu produsen mainboard dari Taiwan sejak 1993. Mungkin bagi Anda yang sudah memakai komputer sejak dulu masih ingat bagaimana susahnya untuk merakit sendiri sistem yang telah kita beli karena harus merubah jumper di mainboard agar mainboard mengenali prosesor yang kita pakai. Tapi sekarang produsen sudah membuat agar settingan tersebut bisa dilakukan dari BIOS saja, tanpa harus menyentuh mainboard sama sekali, bahkan pada beberapa produsen sudah memberikan settingan untuk mengubah voltase/tegangan untuk periferal di dalamnya.

Inilah celah bagi para overclocker untuk memudahkan mereka meng-overclock sistem mereka, hingga produsen mainboard pun membuat software overclock Under-Windows yang bisa digunakan tanpa harus masuk ke BIOS.

Hal yang juga di lihat oleh para overclocker biasanya kualitas peripheral. Contohnya seperti pabrik pembuat mainboard, pabrik pembuat kapasitor-kapasitor yang terdapat dalam mainboard, pabrik pembuat serta seri chip yang digunakan oleh memori, tanggal dan seri tertentu dari sebuah prosesor, tanggal pembuatan sebuah VGA, dan masih ba-nyak lainnya. Hal-hal seperti di atas sangat mempengaruhi overclocking yang akan dilakukan. Kenapa seperti itu?

Kami akan jabarkan sedikit beserta contohnya :

Kita ambil contoh mudah pada prosessor. Mengapa pada tanggal dan seri-seri tertentu prosesor tersebut bisa di overclock lebih tinggi dari seri lainnya? Sebuah prosesor terdiri dari core dan board tempat meletakkan corenya, kedua hal tersebut mempengaruhi kualitas akhir dari sebuah prosesor yang di produksi. Satu kali proses produksi bisa terjadi kualitas keduanya bagus, maka seluruh prosesor yang dibuat pada tanggal tersebut berkualitas sangat baik. Tapi apabila hanya salah satu dari kedua hal tersebut yang bagus maka kualitasnya bagus. Begitu juga ketika proses produksi keduanya kurang begitu bagus maka kualitasnya bisa di bilang rata-rata. Kenapa pada suatu saat proses produksinya bisa bagus pada saat lainnya hanya rata-rata? Hal itu terkait dengan cara sebuah pabrik prosesor membuat produk mereka. Biaya untuk membuat prosesor tidaklah kecil. Selain itu yang mempengaruhi adalah dari cara pembuatan. Sebuah prosesor di buat menggunakan intensitas sinar laser yang ditembakkan sedemikian rupa sehingga terbentuklah prosesor seperti yang kita lihat sekarang.

“Pada saat-saat tertentu dari proses produksi prosesor tersebut terkadang laser kurang fokus sehingga hasilnya kurang sempurna. Inilah yang menyebabkan kenapa ada prosesor sangat bagus (kami menyebutnya prosesor “gold”) dan ada yang rata-rata. Untuk mengetahui perbedaan kualitas dari setiap prosesor tersebut biasanya kami mencoba satu per satu prosesor dengan tanggal dan seri yang berbeda atau biasa disebut batch code”.

Contoh lainnya yang gampang juga di lihat dari pabrik pembuat mainboard/peripheral lainnya. Kenapa bisa begitu? Karena bila sebuah pabrikan selalu membuat board yang berkualitas maka pabrikan tersebut akan selalu terkenal akan kehandalan produk mereka. Yang bisa kita lihat ada beberapa produsen yang khusus menciptakan mainboard untuk overclocker.

Produsen tersebut dari awal memang mengkhususkan diri membuat produk untuk para overclocker. Kualitas komponen dalam mainboard mereka adalah komponen kelas atas, fitur dari BIOS mereka sangat mendukung overclocking, karena merekalah yang pertama kali di dunia mengenalkan inovasi mainboard tanpa jumper, semua bisa di atur cukup dari BIOS. Seperti yang telah di bahas sebelumnya, fitur dari settingan FSB, voltase/tegangan, timing memori bisa dengan gampangnya di ubah dari BIOS. Sehingga kita bisa meniru settingan dari sebuah sistem yang sama tetapi spesifikasinya lebih tinggi dari sistem kita.

Itulah celah yang digunakan oleh overclocker untuk meng-overclock sistem mereka. Apapun cara akan mereka jalani demi mendapatkan sebuah sistem yang lebih tinggi dari yang lain hanya demi kepuasan batin saja. Untuk saat sekarang, overclocking belum bisa untuk dijadikan pekerjaan. Tetapi salah satu dampak dari overclocking yaitu pengetahuan tentang hardware dan cara perbaikannya bila ada kerusakan pada hardware tersebut bisa menempatkan kita sama dengan seorang teknisi komputer yang handal.

Overclocking bukanlah sesuatu hal yang menakutkan, Anda hanya perlu mengetahui sedikit karakter dari sebuah peripheral dan bagaimana cara mengoptimalkannya secara benar, itu saja. Semakin sering Anda berhadapan dengan hal tersebut & memecahkan permasalahan yang terjadi, maka overclocking sama mudahnya dengan menginstall software. Overclocking menurut kami adalah dampak dari adanya komputer di tengah-tengah kita. Karena komputer ada hacker, karena komputer juga ada overclocker. Dengan cara & minat yang berbeda tapi dengan maksud sama, yaitu menggunakan komputer mereka lebih dari sekedar ‘mesin hitung’ atau ‘mesin tik’.

Agar mendapatkan hasil yang optimal, kita harus melewati tahap demi tahap proses overclocking secara benar. Namun saat kita melakukan optimalisasi dan overclocking, seringkali kita tidak sabar dan langsung berharap akan mendapatkan hasil istimewa dalam jangka waktu yang sesingkat mungkin. Kita tidak pernah mencoba mencermati tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum melakukan overclocking, karena sesungguhnya keseluruhan proses tersebut sangat berpengaruh besar terhadap hasil optimalisasi yang kita peroleh.

Biasanya tanpa step-step yang jelas dan banyak berpikir, kita langsung saja masuk ke BIOS, menaikkan FSB (Front Side Bus), menaikkan voltase, utak atik sana sini untuk mencari settingan tercepat dan sebagainya. Alhasil kinerja sistem bukannya meningkat namun justru kesetabilan yang menjadi korban.

Jikapun ada peningkatan hasilnya masih jauh dari harapan. Efek yang ditimbulkan dari overclocking asal-asalan tersebut, komputer menjadi sering hang, restart, blue screen, dan timbul berbagai masalah lain semacamnya. Sehingga banyak yang mengeluh bahkan menganggap overclocking adalah “momok” yang hanya membuat komputer menjadi tidak stabil, panas, dan gampang rusak. Sebetulnya proses optimalisasi komputer, terlebih overclocking itu harus melalui tahapan demi tahapan yang benar dan tidak asal-asalan agar hasil yang didapatkan memuaskan atau sesuai harapan.

Karena dengan optimalisasi dan overclocking yang tepat dan benar, mampu membuat komputer dengan spesifikasi sangat tinggi sekalipun sanggup dikalahkan dengan mudah menggunakan komputer yang memiliki spesifikasi diatas kertas jauh berada dibawahnya. Bukan hanya dikalahkan dalam hal kecepatan, namun juga dalam hal kestabilan dan kehandalan mengatasi aplikasi-aplikasi berat.

Dari sini kita mencoba memahami bahwa seni overclocking bukan hanya berusaha meningkatkan kinerja dan kecepatan saja, namun juga menjaga bahkan meningkatkan durabilitas atau kestabilan sistem. Untuk itu pada bahasan kali ini kami berusaha memberikan panduan tahap demi tahap yang harus kita lakukan dalam proses optimalisasi dan overclocking, yaitu :

Dalam tahap ini kita berusaha memahami setiap komponen yang ada pada sistem kita, satu persatu kita pahami karakteristiknya, kemampuan optimal dan maksimalnya. Hal ini sebetulnya sangat penting bagi mereka yang hendak merakit sebuah sistem. Karena seperti telah diutarakan diatas, sistem dengan pemilihan hardware yang “tepat” dengan harga jauh lebih murah, mampu memiliki kinerja, dan kestabilan jauh diatas sistem dengan harga dua atau bahkan tiga kali lipat darinya. Lalu bagaimana mungkin ini bisa terjadi ? Ini semua tampak aneh, tapi ini bukan omong kosong, karena yang paling penting dari pemilihan komponen hardware adalah “keseimbangan” kinerja. Dalam arti sistem yang di bangun benar-benar mampu memberikan kinerja yang sesungguhnya. Apakah yang dimaksud dengan “kinerja sesungguhnya” ? Yah ini adalah kinerja hardware optimal, karena label, kemasan, dan seri suatu produk belum tentu menggambarkan kinerja optimalnya. Baik itu processor, display card, memory, dan sebagainya, semua tidak dapat kita bandingkan kinerja optimalnya hanya dari “nama, label, dan typenya”. Karena semakin baru keluaran barangnya, semakin tinggi angkanya, dan semakin besar serinya, belum tentu itu menggambarkan kemampuannya yang semakin besar. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui kinerja ‘optimal’, atau kinerja sesungguhnya ? Berikut ini akan kami berikan gambaran awal untuk memahaminya :

PROCESSOR:

-CORE adalah die dari processor, masing masing seri memiliki code name tersendiri. Dengan mengenal code core processor, kita dapat mengenali type processor, FSB, ukuran cachenya, teknologinya, dan informasi penting lainnya. Untuk itu, agar kita bisa lebih memahami dan lebih mengenal tentang processor, mari kita berbicara soal core dan code corenya, jangan pernah lagi terjebak pada penamaan resmi dari produsen processor. Penamaan seri dari pihak produsen belum tentu menunjukkan kinerja dan potensi sesungguhnya, bahkan cenderung membingungkan dan menjebak. Dengan pemahaman code name core kita akan lebih jeli menentukan processor mana yang terbaik dan memiliki potensi overclocking terbesar. Sebagai contoh : FX 60 memiliki jenis core yang sama dengan X2 4400+ (Toledo) padahal harga yang ditawarkan dua kali lipat lebih mahal, dan tentu masih sangat banyak contoh-contoh lainnya. Dengan pengenalan core kita dapat banyak menghemat biaya karena mendapatkan barang yang jauh lebih murah dengan kinerja tidak jauh berbeda.

-CLOCK Processor seringkali membingungkan kita, untuk itu jangan pernah menilai kinerja processor dari clock (Ghz / Mhz) speednya. Sering kita terjebak dengan angka clock “GHz / Mhz” dari processor. Namun sebetulnya hal itu sangat-sangat salah, dan sangat-sangat tidak relevan lagi untuk kita jadikan patokan kinerja. Sebagai contoh, beberapa orang kebingungan dengan processor keluaran lama dengan clock 3000Mhz / 3Ghz, tapi kenapa justru processor baru-baru sekarang hanya memiliki clock yang lebih rendah (1.8Ghz, 2.4Ghz). Lebih parahnya lagi, kadang beberapa orang justru menganggap hal ini sebagai penipuan. Mungkin untuk jaman Pentium I, Pentium II, Pentium III, AMD K6 , dan processor-processor sebelumnya, kecepatan clock masih bisa dijadikan patokan, tapi sekarang tidak bisa lagi. Hal inilah yang semakin memusingkan ‘end-user’ karena kinerja processor yang semakin samar dan tidak jelas, karena penamaan seri yang sangat beraneka ragam dan tidak mudah dipahami. Hal ini dikarenakan Intel juga mulai menggunakan patokan kinerja, tidak lagi berdasarkan clock, yang sebelumnya telah dipelopori AMD. Tentu anda masih ingat saat Athlon XP 1700+ dengan clock 1463Mhz. Hal ini akan kita bahas lagi lebih dalam pada edisi khusus processor. Namun untuk memudahkan anda, sebagai patokan kasar dan gampang, jika kita hendak membeli processor, sebaiknya kita mencari clock yang “terendah” dengan teknologi atau type processor yang “terbaru”. Biarpun clocknya tampak lebih rendah, bila itu merupakan type terbaru, pasti kinerja yang ditawarkan akan lebih menjanjikan untuk anda, dan dijamin anda tidak akan salah pilih, atau kecewa dengannya.

-CODE seri processor, atau batch code produksi processor, kadang juga menjadi sangat penting untuk mendeteksi seri ‘Gold-Batch’ dari type processor tertentu. Karena kualitas processor untuk type dan seri yang sama bisa beragam. Lalu apa itu ‘Gold-Batch’? Penjelasan sederhananya begini, ratusan keping processor dengan teknologi yang sama, meskipun seri kecepatannya berbeda, dicetak dalam satu tempat cetakan yang sama yaitu “wafer” (wafer adalah lempengan bundar sebagai tempat cetakan processor). Disini processor yang berada di posisi tengah wafer tersebut diyakini cenderung memiliki kemampuan lebih tinggi, karena akurasi fokus sinar proyeksi ke silikon lebih tepat pada bagian tengah wafer tersebut. Dari prosessor yang dihasilkan tersebut dilakukan pengujian awal, dan biasanya selisih kinerja dari pengujian itu dibuat jenjang variasi kecepatan processor di pasaran. Sehingga, processor dengan kecepatan berbeda bisa saja dia berada pada cetakan yang sama. Untuk itu selisih kinerja “optimalnya” sesungguhnya sama juga, hanya saja pada lempeng PCB processor diberikan “FID” atau pengatur untuk menentukan clock speed yang dia jalankan pada kondisi standard. Kadang pada awal-awal produksi suatu type processor baru, satu lempeng wafer digunakan untuk satu seri yang sama, sehingga ada kemungkinan processor dengan kualitas tertinggi bisa dijual pada seri tersebut, dan seri-seri inilah yang code produksinya kemudian kita sebut “Gold-Batch”. Untuk mencari processor mana yg berada di posisi itu, ada batch code tertentu yang dapat ditelusuri, processor-processor pilihan dengan code-code istimewa tersebut yang biasa dicari oleh para overclocker. Istilah ‘Gold-Batch’ ini hanya untuk mempermudah menginisiali processor-processor tersebut. Setelah mengenal type dan batch CPU, anda perlu mengetahui dan mengenal batas maksimum kecepatan yang bisa dilampaui oleh CPU anda tersebut. Untuk selengkapnya bisa di lihat melalui forum atau internet.

Sumber :

http://www.infospesial.com/article/computer/tutorial-overclocking.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s